Foto : Batik SMP IT MTA Karanganyar

Melestarikan Seni dan Budaya Lewat Batik

10-02-2022    Admin SMP IT MTA Karanganyar    1176 kali     Pengetahuan Umum


Belajar Membatik

 

Batik diakui UNESCO pada 2 Oktober 2009, dan diperingati oleh warga Indonesia sebagai Hari Batik Nasional. Kalau saja tidak ada yang belajar membatik lagi, bisa jadi salah satu warisan dunia akan hilang.

Apa itu Batik..??

Dilansir dari situs Wikipedia Indonesia, Batik secara etimologi  berasal dari bahasa Jawa yakni Ambathik. “Amba” merujuk kepada lebar, luas, atau kain. Sementara “thik” berarti titik atau “matik” dalam bahasa Jawa. Kemudian kata tersebut lebih dikenal dengan batik yang berarti menghubungkan titik-titik menjadi pola tertentu pada kain yang luas atau lebar.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, "batik" didefinisikan sebagai kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan lilin (atau dalam bahasa Jawa: malam) pada kain itu, yang kemudian pengolahannya melalui proses tertentu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa "batik" dapat merujuk kepada sebuah proses maupun hasil jadi (bersifat bendawi) dari proses tersebut.

 

Jenis Jenis batik

  1. Menurut teknik
  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.
  1. Menurut asal pembuatan

Batik Jawa Sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik Jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo, Yogyakarta atau biasa disebut Batik Jogja dan Kota Pekalongan atau yang biasa disebut Batik Pekalongan.

 

  1. Berdasarkan daerah asal
  • Batik Bali
  • Batik Banyumas
  • Batik Betawi
  • Batik Besurek
  • Batik Jambi
  • Batik Madura
  • Batik Malang
  • Batik Pekalongan
  • Batik Tegal (Tegalan)
  • Batik Solo
  • Batik Yogyakarta
  • Batik Tasik
  • Batik Aceh
  • Batik Cirebon
  • Batik Kebumen
  • Batik Jombang
  • Batik Banten
  • Batik Tulungagung
  • Batik Kediri
  • Batik Kudus
  • Batik Jepara / Batik Kartini
  • Batik Brebes
  • Batik Minangkabau
  • Batik Minahasa
  • Batik Belanda
  • Batik Jepang

 

  1. Berdasarkan corak
  • Batik Kraton
  • Batik Sudagaran
  • Batik Cuwiri
  • Batik Petani
  • Batik Tambal
  • Batik Sida Mukti
  • Batik Sekar Jagad
  • Batik Pringgondani
  • Batik Kawung
  • Batik Sida Luhur
  • Batik Sida Asih
  • Batik Semen Rama
  • Batik Jlamprang
  • Batik Gedog

Manfaat Membatik

Tidak hanya orang dewasa saja, anak-anak juga bisa diajak untuk belajar membatik. Hal itu lebih baik dilakukan agar mereka dapat mengenal dan mencintai budaya Indonesia sejak dini. Dalam proses membatik diperlukan ketelitian dan ketekunan sehingga ada banyak manfaat dari belajar membatik untuk kita dan si kecil,

 

1. Mempelajari seni dan budaya Indonesia

Dengan belajar membatik si kecil dapat mengetahui nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada mereka sebagai generasi bangsa. Kita juga jadi lebih mengenal budaya Indonesia. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memupuk rasa cinta tanah air.

 

2. Menambah daya kreatifitas

Menjadi lebih kreatif biasanya akan meningkatkan kualitas dan taraf hidup manusia. Apalagi ketika karya yang kreatif dapat memberikan manfaat sosial, ada kepuasan batin yang tidak dapat terjelaskan.

Selain itu, kita juga bisa menciptakan peluang sendiri dan mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang unik. Seorang wirausahawan yang sukses tentu memerlukan kreativitas yang tinggi.

3. Pembentukan karakter

Membatik dapat membentuk karakter si kecil menjadi lebih bertanggung jawab, disiplin, dan teliti. Proses pembuatan batik yang cukup panjang akan melatih ketekunan dan kesabaran mereka, ini dapat meredam emosi anak yang hiperaktif. Motorik si kecil juga akan terlatih dalam aktifitas memegang alat canting dan mewarnai.

Selain itu, rasa percaya diri mereka akan bertambah dengan yakin dan fokus terhadap gambar pola yang sedang dikerjakannya. Biasanya anak-anak tidak akan takut salah untuk mewarnai batik, mereka tidak terlalu khawatir keluar garis atau semacamnya. Hasil batik mereka pasti memiliki keunikan tersendiri.

4. Menghargai Proses

“proses tidak akan mengkhianati hasil”

Sering mendengar pepatah itu, bukan? Karena memang tidak ada hal besar yang bisa didapatkan secara instan. Easy come, easy go.

Dengan menanamkan kebiasaan untuk menghargai proses, si kecil tidak akan berorientasi pada hasil. Mereka akan memiliki semangat untuk bekerja keras. Selain itu, mereka juga akan terlatih untuk menghargai orang lain dan mengapresiasinya.

5. Wirausaha

Dengan belajar membatik, kita juga dapat keterampilan untuk berwirausaha. Kita bisa mendapatkan keuntungan dari setiap hasil kerja keras kita sendiri. Di samping itu, kita dapat berguna untuk orang lain dengan menciptakan lapangan kerja.

Menjadi wirausahawan membuat kita memiliki kesempatan untuk melakukan perubahan.

 

Daftar Referensi :Situs  Wikipedia Indonesia dan  ibigacademy.com

    Komentar Pembaca :
Tulis Komentar: